Rabu, 14 Maret 2018

Menyindir Bukan Solusi

Sedang ingin sedikit berbagi. Bukan untuk mengajari tapi untuk saling sama-sama memperbaiki pola pengasuhan. Sejak saya mempunyai anak, saya jadi semakin perduli tentang pola pengasuhan.

---Mungkin suatu waktu saya akan membagikan cerita tentang anak saya---

Memang saat ini saya sedang belajar mengasuh seorang anak bayi berusia 9 bulan yang sedang berada dalam posisi "golden age" dan saya merasa tidak ingin menyia-nyiakannya. Saya tidak ingin membuat dia merekam sesuatu yang kurang baik untuk masa depannya. Sedikit saja kesalahan itu akan membentuk suatu karakter pada dirinya.

Dan, sayangnya dengan salah satu alasan saya terpaksa tinggal bersama dengan lingkungan keluarga yang saya rasa kurang pengetahuan mengenai dunia parenting. Boleh jadi saya anak bungsu dari 9 bersaudara, akan tetapi "melek ilmu" tentang parenting rasanya saya lebih dulu dibanding mereka. Karena saya lihat ada buanyak kesalahan pada pola pengasuhan. 

Ini bukan berarti saya lihai melihat kekurangan mereka, akan tetapi karena semua pola pengasuhan mereka tampak dan nyata terlihat menjadi karakter yang tumbuh menjadi watak anak-anaknya. Dan, singkat saya simpulkan ada banyak kesalahan pengasuhan.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Anak mama udah makin hebat yaa, udah berani pulang malam"

atau,

"Enggak ada angin, engga ada hujan, tumben banget anak perawan beres-beres kamarnya?

Pernah mendengar kalimat itu? Saya rasa ini bukan hal yang sulit untuk dijumpai. Dan parahnya ini adalah pola pengasuhan yang sudah dianggap benar oleh sebagian orang tua untuk mengungkapkan rasa kesal mereka terhadap anak mereka.

Apakah ini benar?

Saya rasa kurang tepat.

Kenapa?

Anak akan merasa bingung dan mulai merasa serba salah. Sebab kita tidak menunjukkan cara yang tepat untuk berkomunikasi.

Maka kalimat : "Anak mama udah makin hebat yaa, udah berani pulang malam" bisa diubah agar pesan kita terhadap anak bisa diterima dan anak mengerti apa yang harus dilakukannya di kemudian hari agar ini tidak terulang.

Pastikan Anda berbicara kepada anak saat kondisinya sudah sama-sama nyaman dan kepala dingin. Tawari ia makan, dan mulai bicara pelan-pelan dengannya. Lalu mulailah dengan dialog : "Jadi anak mama pulang selarut itu sebetulnya pulang dari mana, sih? Apa alasannya kok engga bilang dulu ke mama?

Mungkin anak akan mengerti arah bicara kita dan mulai merasa nyaman untuk menceritakan alasan kenapa ia bertindak seperti itu.

Berhenti menyindir anak, itu bukan solusi.
Itu malah akan membuat anak kita melakukan hal yang sama terhadap anaknya nanti.
Itu malah akan membuat anak semakin bingung dengan hal yang harus dilakukannya, dan seringnya menyindir malah menimbulkan masalah baru.

Hentikan.
Mulai dari hari ini.


tags:
parenting
pola pengasuhan
pola tepat pengasuhan
Dampak menyindir pada anak
Komunikasi dengan anak
Menegur anak dengan baik
Cara berkomunikasi dengan anak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Please leave comment, ^^